Lampung

Lihat Sejarah Artikel

Lampung, provinsi (atau provinsi; provinsi), Sumatra selatan, Indonesia. Berbatasan dengan Laut Jawa di timur, Selat Sunda di selatan, Samudra Hindia di barat, dan provinsi Sumatera Selatan (Sumatera Selatan) di utara dan barat laut. Provinsi ini mencakup pulau Sebuku, Sebesi, Sertung, dan Rakata di Selat Sunda.

Daerah tersebut membentuk bagian dari kerajaan Kantoli di Sumatra selatan pada awal abad ke-6 dan pada abad ke-14 termasuk dalam kerajaan Hindu Majapahit di Jawa Timur. Sisa-sisa arkeologis Hindu dan Buddha telah ditemukan di Palas, Talangpadang, Liwa, dan Gunung Besar. Pada abad ke-16, Lampung adalah bagian dari negara bagian Muslim di Banten (sekarang Provinsi Banten) di bawah Hasanuddin (memerintah tahun 1552–70). Belanda memasukkan Lampung ke dalam kekaisaran kolonial mereka pada tahun 1860. Itu menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tahun 1950.

Bagian selatan Pegunungan Barisan membentang sepanjang provinsi dari barat laut ke tenggara dan diatasi oleh kerucut gunung berapi termasuk Gunung Batai, 5.518 kaki (1.682 meter) dan Tebak, 6.939 kaki (2.115 meter). Gunung-gunung diapit oleh daerah pantai sempit di barat daya dan dengan cepat menuruni dataran tinggi di timur laut. Daerah dataran rendah timur Lampung membentang dari kaki gunung hingga sabuk rawa di sepanjang pantai timur. Sungai Sekampung, Seputih, dan Tulangbewang turun ke lereng timur pegunungan dan mengalir ke timur menuju Laut Jawa. Hutan bakau dan rawa air tawar ditemukan di sepanjang pantai; hutan hujan tropis dataran rendah tropis membentang dari rawa-rawa pantai ke pegunungan.

Sisa Waktu -0: 13

Sebagian besar penduduk terlibat dalam pertanian; karet, teh, kopi, kedelai, ubi jalar, jagung (jagung), kacang tanah (kacang tanah), kopra, dan minyak kelapa diproduksi. Penangkapan ikan di laut dalam juga penting. Industri termasuk ukiran kayu, pengolahan makanan, tenun kain, pembuatan tikar dan keranjang, dan produksi kertas buatan tangan. Transportasi jalan dan kereta api terbatas di kaki Pegunungan Barisan dan menghubungkan Tanjung Kurang, ibukota provinsi, dengan Kotabumi, Panjang, dan Telukbatung.

Lihat juga : Fakta Orangutan

Setengah bagian timur provinsi ini terutama bergantung pada transportasi sungai. Populasinya adalah campuran Melayu, Jawa, dan Minangkabau. Orang Jawa adalah yang paling banyak karena masuknya besar orang Jawa pedesaan ke Lampung pada awal abad ke-20. Luas 13.368 mil persegi (34.624 km persegi). Pop. (2000) 6.730.751; (2010) 7.608.405.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *